Gejala shockbreaker Mengalami Kerusakan

0
1192
shockbreaker
shockbreaker

Fungsi shockbreaker adalah memastikan ban kendaraan Anda tetap di tanah secara konsisten. Ini dilakukan dengan mengatur bagaimana suspensi dan pegas bergerak.

Hal ini memungkinkan ban Anda untuk selalu melakukan kontak dengan jalan apakah mengemudi lurus, menikung, melewati bukit, atau mengemudi di jalan bergelombang. Semua getaran dan kegoncangan karena mengemudi di jalan seperti itu bisa diserap oleh shockbreaker.

Jangan bingung shockbreaker penyangga karena mereka memiliki perbedaan. Penyangga dibangun ke dalam struktur sistem suspensi sementara peredam kejut menghubungkan dua bagian dari suspensi secara bersamaan. Dengan kata lain, semua berat kendaraan ditempatkan di atas penyangga dan bukan di shockbreaker.

Shock absorber atau strut pada akhirnya bisa rusak dan akhirnya gagal bekerja. Banyak orang mengalami kesulitan mencari tahu mana yang menjadi rusak ketika gejala aneh muncul. Di bawah ini adalah enam dari tanda-tanda yang paling umum yang dapat mengindikasikan memiliki kelainan atau kerusakan pada shockbreaker.

1 – Mengetuk Kebisingan
masalah shockbreaker
Saat melewati berbagai gundukan, gundukan cepat, atau lubang dan Anda mendengar bunyi ketukan, kemungkinan adanya kerusakan pada shockbreaker. Kebisingan mungkin adalah pegas kumparan yang benar-benar mengenai sasis mobil Anda.

Titik-titik di setiap ujung shockbreaker memakai bushing karet. Yang diperlukan hanyalah celah terbentuk di busing karet dan akan menghasilkan suara ketukan atau ketukan yang bisa Anda dengar setiap kali Anda menabrak gundukan saat mobil melaju.

2 – Getaran
setir bergetar
Shockbreaker memiliki katup dan segel piston di dalamnya. Jika salah satu dari mereka menjadi terlalu aus, aliran fluida tidak akan dapat dikendalikan, dan itu akan bergerak melalui segel dan / atau katup piston.

Setelah itu terjadi, setir akan bergetar setiap kali Anda melewati benjolan, terlepas dari seberapa besar atau kecilnya.

3 – Kebocoran oil Seal Cairan shockbreaker
genangan oli di bawah mobil
Tubuh shockbreaker memiliki segel untuk melindunginya dari kebocoran. Setelah beberapa saat, segel ini akan mulai membocorkan cairan di sepanjang sisi tubuh shockbreaker hingga jatuh di tanah. Jika shockbreaker kehilangan terlalu banyak cairan, maka itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik.

4 – Berbelok
mobil tersentak saat berakselerasi
Jika Anda menginjak pedal rem saat berbelok, Anda mungkin mengalami penyelewengan . Ketika shockbreaker rusak, berat mobil Anda akan bergerak ke arah yang berlawanan saat Anda berputar.

Ini akan menyebabkan Anda membelok dan akan membutuhkan lebih banyak pekerjaan hanya untuk memperbaiki belokan ke arah yang ingin Anda tuju.

5 – Rem Bereaksi Perlahan
pedal rem ke lantai
Jika Anda menginjak pedal rem dan mobil Anda butuh waktu untuk melambat dan berhenti, maka ada kemungkinan shockbreaker mungkin rusak.

Ini bisa timbul dari panjang batang piston yang tidak diambil cukup cepat oleh kendaraan. Jadi, kendaraan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugasnya.

6 – Keausan Ban Tidak Merata
keausan ban tidak rata
Karena shockbreaker yang rusak akan menyebabkan titik letak ban tidak benar di jalan, mobil Anda akan mulai melambung saat Anda mengendarainya.

Hanya titik tekan area tertentu dari ban Anda yang benar-benar akan menyentuh jalan, yang akan menyebabkan area ini menjadi lebih aus daripada area yang tidak menyentuh jalan. Karenanya, Anda akan mengalami keausan ban yang tidak rata.