Yamaha DT 100 Enduro

Mungkin pabrikan motor sekarang ini berkonsentrasi dalam memproduksi motor berjenis bebek dan matic, dan hampir meninggalkan produksi dengan speak motor garuk tanah alias off road, entah apa yang menjadi alasan para produsen motor tidak memproduksi motor berjenis ini.

Petualangan Yamaha berkonsep trail berakhir di tahun 96, kala itu trail bernama Yamha yt dengan produksi yang terbatas, khusus operasional kehutanan, tetapi orang lebih mengenal Yamaha DT pada dekade pertengahan 70’an sampe pertengahan 80’an, malang melintang menerobos jalanan makadam khas pedalaman Indonesia. Yamaha DT 100, motor enduro keluaran pabrikan Yamaha, yang pada awal kedatangannya merupakan hasil boyongan langsung dari negeri matahari terbit.

Persaingan pabrikan motor roda dua berjenis trail belum semarak seperti sekarang, pada tahun 1980, motor ini termasuk tren dalam ajang motor enduro Indonesia, yang waktu itu juga bersaing dengan pabrikan Suzuki dengan motor andalannya TS 100 bermesin 2tak, dari  pabrikan Honda dengan motor andalannya XL 100 berteknologi 4 langkah. Memang tidak bisa dipungkiri, pada era 70an dan pertengan 80’an, eksistensi motor garuk tanah sangatlah tinggi dinegeri ini, dan sampai-sampai, jika sampean pernah menonton film jadul berjudul Roda-Roda Gila yang dibintangi Roy Martin atau Ali Topan Anak Jalanan yang diperani oleh Junaidi Salat, kedua film tersebut menggunakan motor ini sebagai properti pendukung khusus sang bintang, bahkan hingga saat ini, Yamaha DT 100 Enduro, sangat lekat kaitannya dengan julukan motor si Ali Topan Anak Jalanan.

Kapasitas mesin yang di gunakan pun tidak terlalu besar, sesuai dengan Yamaha DT 100 Enduro, motor dengan mengusung spesifikasi mesin berteknologi 2 langkah, berkapasitas mesin 97cc 1 silinder, bependingin udara, karburator mikuni vm20, bore x stroke 52 x 45.6mm, maksimum torsi 34.8 pada 8.500 rpm, kopling manual tipe basah, mengaplikasikan 5 percepatan, mengandalkan kelistrikan 6v kala itu pengapian masih mengadopsi platina, manual stater, kapasitas tangki bahan bakar 7lt, sedangkan oli samping 1,2lt, berpenghanti laju tromol pada roda depan yang dibalut ban kebang tahu berdiameter 21″-275 dan pada bagian belakang juga sama, mengandalkan tromol untuk mengotrol traksi roda berbalut ban kembang tahu 18″-300.

Di era modern seperti sekarang ini, alakah serunya apabila pabrikan besar seperti Yamaha motor memproduksi motor berkosep trail dengan harga yang bersahabat, kita tunggu teknologi trail terbarunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *