Prinsip Kerja Karburator Motor Bensin

Memiliki kendaraan roda dua dengan kata lain sepeda motor, pasti telah kerap mendengar arti “karburator”. Walaupun telah tak asing lagi dengan arti ini, masih tetap cukup banyak jg yang memiliki motor yang belum memahami perihal manfaat peranti vital yang satu ini. Terlebih kelompok rider pemula yang pemula permotoran, sama seperti yang saya alami waktu pertama kali mempunyai Satria FU.Sebagai orang pemula motor, semangat berdiskusi perihal seting karburator sangat diperlukan. Lha jangankan saya ketahui type macamnya atau langkah mensetingnya, tahu teori atau langkah kerja nya juga tidak, hehe. Tetapi seiring waktu berjalan, ajukan pertanyaan, membaca, serta cobalah otak atik karburator punya sendiri, ya sedikit sedikit pada akhirnya rada ngerti juga perihal si pengabut bensin ini.

Nah di artikel ini, saya cobalah menceritakan kembali sedikit penjelasan basic perihal langkah kerja karburator motor, saya rangkum dari beragam sumber serta rekomendasi, gampang mudahan bisa menolong sesama newbie yang belum demikian memahami perihal prinsip langkah kerja karburator.

I. FUNGSI KARBURATOR
Kita ketahui bahwa motor kita ini butuh bahan bakar untuk dapat menyala serta beroperasi . Fungsi karbur ini adalah paling utama dalam pemasok bahan bakar untuk keberlangsungan jalanya mesin motor kita. Pengertian ‘bahan bakar’ di sini bukanlah sekedar hanya bensin, tetapi berbentuk kombinasi bensin + hawa dalam komposisi spesifik. Maka dari itu anda tidak dapat menyalakan mesin lewat cara mengguyur/mengucurkan bensin segera dari tangki ke ruangan bakar mesin. Bukannya idup, yang ada jadi banjir dan tidak terbakar motor kita. Disinilah peran karburator diperlukan, lantaran karburator didesain untuk menghasilkan kombinasi bensin + hawa yang SIAP dibakar diruang bakar mesin, ready to burn. Yakni lewat cara memecah bensin yg ada dimangkuk karbu jadi partikel partikel kecil (dikabutkan seperti system spray pada semprotan baygon) lantas mencampurkannya dengan partikel oksigen dari hawa luar, baru lalu kirim kombinasi siap bakar ini ke mesin. Jrengg…. nyala deh motor.

Mixture Ratio/Air Fuel Ratio (AFR)
Untuk dapat dibakar dengan baik, bensin serta hawa mesti digabung dalam jumlah perbandingan atau komposisi spesifik, arti kerennya Mixture Ratio atau Air Fuel Ratio (AFR). Komposisi atau perbandingan udara+bensin yang ideal untuk pembakaran mesin menurut teori yaitu 14, 7gr hawa untuk tiap-tiap 1gr bensin (14, 7 : 1). Walaupun pada prakteknya, tak mungkin saja senantiasa memperoleh angka yg terus lantaran keadaan internal mesin serta keadaan eksternal lingkungan yg dinamis dengan kata lain bisa berubah-ubah yang punya pengaruh pada suplai mixture karburator, hingga rentang 12 : 1 s/d 15 : 1 telah dapat digolongkan ideal. Komposisi ideal berarti komposisi bensin+udara yang sangat mungkin dapat dibakar dimesin tanpa ada meninggalkan bekas bensin atau bekas hawa yg tak terbakar, dengan kata lain Terbakar selesai.
Dari sinilah lalu muncul arti popular yang kerap kita dengar di kajian masalah seting karbu ; yakni “setingan basah vs setingan kering” atau “campuran kaya vs kombinasi miskin”. Itu bukanlah ngomongin musim hujan atau banyak banyakan uang ya pirsawan, Setingan basah (rich mixture) berarti komposisi hawa lebih sedikit dari keadaan ideal, umpamanya 10gr hawa : 1gr bensin (AFR 10 : 1). Setingan kering (lean mixture) berarti komposisi hawa semakin banyak dari keadaan ideal, umpamanya 17gr hawa : 1gr bensin. Setingan kebasahan bikin terlampau banyak bensin di banding hawa yang masuk ke mesin, hingga ketika pembakaran meninggalkan bekas bensin yang belum terbakar. Setingan kekeringan ya demikian sebaliknya, ketika pembakaran meninggalkan bekas hawa yang tidak berhasil dibakar di dalam mesin. Oleh karenanya, usaha untuk memperoleh komposisi kombinasi udara+bensin Ideal inilah sebenarnya yg jadi maksud paling utama dari “setting karburator’.

Comments are closed.