Memodifikasi Motor Jap Style

Dengan bahan dasar keluaran motor lawas seperti Cb,C70,Binter,anda bisa melakukan modifikasi motor yang modis dan maskulin mengikuti jenis modifikasi motor Jepang, hingga diberi nama Japanese Style atau disingkat Jap’s Style. Modifikasi Jap’s style ini mulai di kenal beberapa pengagum modifikasi sepeda motor di Indonesia pada awal 2000. Bila modifikasi ala Amerika atau Thailand harus meneluarkan kocek yangcukup besar kerena modifikasi dilakukan pada sepeda motor kemampuan mesin besar, jadi pada Jap’s style dapat menggunakan sepeda motor dengan kemampuan mesin kecil hingga komune motor di Indonesia segera suka pada aliran ini.

Modifikasi jenis ini pada umumnya diawali lewat cara ganti ban serta velg aslinya dengan ban serta velg memiliki ukuran besar. Rangka belakang dirubah memakai pipa penyangga yang ditempel dibaut pada fream, rangka yang tidak begitu banyak perubahan anda bisa mengadopsi rangka Binter merzy, Thander, Skorpio, rangka motor-motor tersebut memiliki ranga yang bagus untuk di rubah dengan model jenis Jap’s style ban umumnya juga diperpanjang hingga seputar 15 cm. Spakbor depan serta belakang juga dilepaskan atau dipotong. Alhasil, motor hasil modifikasi Jap’s style ini sedikit serupa motor yang kerap dipakai untuk motorcross namun dengan ban yang terlampau besar serta tak setinggi motorcross atau condong mengarah ke bentuk asli Honda CB. Tangki mengecil atau condong jenis CB, rangka enakat mungkin saja memeluk swing arm, lampu belakang jenis CB serta ditempatkan di spakbor belakang yang pendek, jok single tidak tebal, suspensi monoshock atau dualshock tidak jadi masalah, knalpot pendek, velg jenis jari-jari, ban cembung (bukanlah melebar), lampu depan bundar kecil, begitupun lampu belakang kecil, dan stang kemudi agak tinggi atau semi hanger. Tidak sama dengan modifikasi jenis barat yang condong menaikkan aksesori, modifikasi Jap’s Style malah buang bagian-bagian sepeda motor yang bakal dimodifikasi hingga terlihat lebih ramping serta berkesan minimalis, dan tak menonjol.

Aliran ini betul-betul berpatokan pada komunitas motor di Jepang sampai perilaku mereka juga terus jadi rujukan, salah satunya rutinitas komune Jepang yang enjoy dalam berkendara dicontoh dengan berkendara enjoy kenakan kaos (tak seperti gank motor aliran lain yang condong menggunakan jaket kulit serta sepatu boot). Diluar itu, beberapa penganut Jap’s Style condong takut hujan lantaran motor mereka tak dilengkapi spakbor belakang, atau dipasang namun sisi belakang terlampau pendek hingga lumpur bakal tentang tubuh mereka. Anggota komune Jap’s style sangatlah taat pada ketentuan jalan raya. Walau mereka memodifikasi sepeda motornya, atribut standard di sepeda motor seperti kaca spion, lampu sen serta pelat nomer terus mereka gunakan.

Comments are closed.