Jupiter MX Pakai Piston Thunder

Meski performa yang dihasilkan mesin bawaan standar pabrik sudah di anggap lumayan, sudah mempunyai kapasitas mesin yang sudah cukup besar, untuk ukuran bebek di tanah air, tetapi namanya juga standar pabrik, mesin standar di tuntut panjang umur, Maka banyak pemiliknya dan modifikator motor yang ingin bore-up. Dengan alasannya, kurang maksimal, ada bermacam pilihan yang dapat menjadi acuan untuk memodifikasi mesin motor bebrbasis mesin Jupiter MX, modifikasi mesin di awali seperti biasa diganti dengan memperbesar diameter piston. Ada pilihannya standar milik Suzuki Thunder 125, ukuran hampir sama cuma beda bentuk piston dengan Yamaha V-Ixion. Dengan mengadopsi piston Thunder 125 sudah pasti kapasitas mesin melonjak melonjakkan mesin jadi 150 cc, dan itu pas untuk pemakaian harian. Lebih dari itu pasti kurang enak dan getaran mesin terasa sekali.

Tetapi bukan sekedar piston berukuran jumbo saja yang menjadi faktor motor menjadi kenceng, harus dilakukan penyesuaian pada komponen lain terutama pada noken as dan ketepatan titik pengapian. Walau mesin sudah dibore up gede namun bila setingannya gak pas, hasilnya tak akan bisa signifikan. Ibarat bikin masakan, kalau ramuan atau bumbunya tidak tepat, pasti rasanya kurang mantap. Maka dengan perkembangan teknologi yang terus bertambah, maka banyak pabrikan CDI racing yang mengciptakan CDI, sebagai contoh CDI BRT I-Max 16 step yang bisa di program degital tanpa menggeser posisi top pulser seperti tempo dulu. Cukup menekan remot yang disambungkan ke CDI maka top pengapian bisa di rubah sesuai yang di inginkan.

Namun dengan bengkaknya kompresi pada ruang dapur pacu, lubang pemasukan bahan bakar dan aliran buang pun perlu di senpurnakan dengan melakukan porting, hal ini dilakukan untuk mengail volume gas yang lebih banyak ke ruang bakar menyesuaikan volume silinder yang membengkak, serta untuk memperlancar aliran gas buang, komponen pengabut bahan bakar ditugaskan karburator Keihin PWL 26 mm. Namun, biar debit gas yang disap ke ruang bakar lebih banyak, venturinya direamer lagi jadi 30 mm. Lalu, spuyernya pakai kombinasi pilot jet 45, sedang main jetnya 120. Ditambah profil kem dibenahi ulang. Tapi, mengenai durasi dan liftnya, anda bisa menggunakan produk racing atau dengan melakukan papasa pada pantat noken as sekitar 1mm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *