Diesel Exhaust Brake

Pada kendaran berat seperti truk atau sejenis kendaran komersial, ada yang dinamakan Exhaust Brake Sesuai sama namanya yaitu Rem Knalpot, Rem yang didapat dari ditutupnya lubang pembuangan atau knalpot. Exhaust Brake pada umumnya diterapkan pada mesin diesel bertekanan besar dengan ditutup jalan pembuangan dari mesin, mengakibatkan gas buang yang bakal keluar ditahan hingga menghasilkan penahanan kompresi dalam ruang bakar dan exhaust manifold, dengan proses ini akan dihasilkan sedikit memperlambat laju kendaraan tersebut, hal ini disebabkan Jumlah torsi besar yang dihasilkan ditutup sehingga menghasilkan desakan balik kompresi dari mesin.

Kenapa Rem Exhaust Brake banyak diterapkan pada mesin diesel saja, hal ini dikarenakan semua mesin diesel tak mempunyai katup throttle pada intake manifold, tak ada vacuum intake waktu mesin tak memakai bahan bakar, pasti untuk anda yang pernah menggunakan kendaraan bermesin diesel serta mesin bensin tentu bakal rasakan perbedaannya, saat anda melepas gas di jalan yang menurun akan terasa tahanan dari proses kompresi di ruang bakar, pada kendaraan bensin engine brake bakal merasa sedikit tertahan sedangkan pada mesin diesel bakal lebih nyelonong.

Cara kerja engine brake pada mesin deisel adalah disaat mesin melepas tekanan udara hasil proses kompresi lewat katup buang di hambat dengan otomatis katup kupu-kupu brake housing, dengan proses ini saluran gas buang yang harusnya langsung di buang pada knalpot dihambat, proses ini menghasilkan kompresi arus balik di dalam ruangan bakar yang selanjutnya memperlambat perputaran poros engkol, yang lalu kurangi kecepatan laju kendaraan, itulah yang disebut engine brake.

Comments are closed.