Bore up Mesin Suzuki Shogun

Kejayaan pabrikan Suzuki di pasar senggol sekitar tahun 2000 patut di acungi jempol, dengan produk andalannya Sogun 110, sebelum hadirnya Shogun 125, motor ini adalah salah satu favorit motor kencang, terbukti banyaknya tim road race yang menggunakan motor produk Suzuki Shogun 110.

Seiring kemajuan teknologi mesin motor yang satu ini mengembangkan dengan produk Suzuki Shogun 125, motor ini memang memiliki bekal, klep cukup besar 25.22, langkah nya juga sudah relatif tinggi, di kisaran 55,mm. Modifikasi sederhana yang dilakukan, Ubahan simple tanpa bongkar crankcase, adalah membenamkan piston kakaknya Suzuki Thunder 125, meski mengusung sama 125 cc, tapi piston thunder ternyata 3,5 milimeter lebih besar dari standard shogun. Alhasil kapasitas mesin pun meningkat 15cc, jadi 140cc.

keunggulan mesin produk motor ini adalah, dimana pin piston berukuran 13 mm sama dengan milik kakaknya Thander, namun yang perlu diperhatikan yakni cowakan piston dan dom pada piston thunder dan shogun berbeda. Cara mengeceknya gimana? Gandengkan saja kedua piston itu pake pin piston, pasti tinggi piston thunder melebihi standardnya. Supaya kompresi bertambah maka piston thunder di bikin sedikit jenong, dan pinggirnya harus dipangkas 1 milimeter rata.

Untuk menyeimbangkan diameter piston yang diperbesar, penyesuaian pada langkah kerja pada noken as pun harus di setel ulang , dengan cara melakukan papasan pada pantat noken as sekitar 1 mm, atau jika anda ingin praktis ganti dengan produk racing yang sudah berdurasi panjang. Sesudah memodifikasi noken as anda harus melakukan porting, penyesuaian lubang buang dan isap dengan memperbesar lubang menjadi diameter 25mm, gerakan klep supaya tidak telat penggantian komponen pegas klep, dengan menggunakan produk racing, atau menambah per klep kecil milik Honda Grand, penyuplai bahan bakar pun ikut di permak dengan mengadopsi Fe28 ber komposisi pilot jet ukuran 60, main jet ukuran 130. Knalpot mengandalkan produk racing, apabliba modifikasi serasa masih tanggung anda bisa mengadopsi pengapian racing sekelas CDI rextor adjustable yang dikoreksi pada derajat 37 sebelum TMA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *